Kategori
Uncategorized

UIR dan KODEPENA Sukses Menggelar Konferensi Internasional Ilmu Sosial Tentang ‘SDGs’

PEKANBARU – Universitas Islam Riau (UIR) bekerja sama dengan Komunitas Dosen, Penulis dan Peneliti Indonesia (KODEPENA) Riau yang di taja oleh Program Studi Doktor Hukum, sukses menggelar Konferensi Internasional tentang Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan yang dilaksanakan di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Kamis (18/12/2025).

Konferensi tersebut juga dilaksanakan secara daring dengan melibatkan pembicara dari Jakarta, Malaysia, Singapura dan Jepang. Ratusan peserta, baik yang menyampaikan presentasi penelitian maupun peserta biasa, mengikuti melalui zoom meeting.

Konferensi Internasional kali ini mengambil tema ”SDGs atau tujuan pembangunan berkelanjutan dalam menanggulangi kemiskinan, ketimpangan sosial, perdamaian, keamanan dan perlindungan lingkungan dunia melalui multidisiplin ilmu”.

SDGs 2030 adalah singkatan dari Sustainable Development Goals 2030 atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030, yaitu agenda global PBB yang berisi 17 tujuan utama dan 169 target untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi planet, dan memastikan kesejahteraan bagi semua orang pada tahun 2030.

Acara diawali dengan laporan Ketua DPW KODEPENA Riau Dr. Heni Susanti, SH, MH, arahan Penasehat dan Pengarah KODEPENA Riau Prof. Dr. Hj. Ellydar  Chaidir, S.H., M. Hum., dan dibuka oleh Ketua DPP KODEPENA Dr. Hj. Rani Siti Fitriani, S.S., M. Hum.

Bertindak sebagai Keynote Speaker Rektor UIR Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H., M.H., dan guru besar Nagoya University Prof. Yuzuru Shimada. Sedangkan pembicara Prof. Dr. rer. pol. H. Syafrinaldi, S.H., M.C.L., guru besar hukum UIR, Prof. Dr. H. Detri Karya, S.E., M.A., guru besar ekonomi dan manajemen UIR, Dr. Sugeng Santoso PN S.H., M.M., M.H., hakim PHI Mahkamah Agung RI, Prof. Madya Dr. Yusramizza Md Isa dari Universiti Utara Malaysia dan Assoc. Prof. Dr. Nola Fibriyani Bte Salman dari Muhammadiyah Islamic College Singapore.

Rektor UIR Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H., M.H bicara tentang tantangan SDGs di Indonesia. Yakni, ketimpangan sosial dan ekonomi, lingkungan, kualitas sumberdaya manusia (SDM), implementasi dan koordinasi, keuangan, dan ketahanan energi.

Strateginya, menurut Admiral, melakukan revitalisasi ekonomi, koordinasi dan perencanaan, keberlanjutan pembangunan (SDGs) desa, inovasi pembiayaan, serta kolaborasi dan sinergi.

Di sisa waktu lima tahun ini, kata Admiral, ada tiga poin penting yang harus dilaksanakan. Pertama, fokus pada program, kedua, percepatan tindakan nyata, dan ketiga penguatan kolaborasi dan sinergi.

Sedangkan Prof. Dr. rer. pol. H. Syafrinaldi, S.H., M.C.L. menekankan pada SDG 16 yakni perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh. Fokusnya, menurunkan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan bersenjata, kejahatan terorganisir, dan eksploitasi anak.

Kemudian, memastikan akses yang setara terhadap keadilan bagi semua orang, baik di tingkat nasional maupun internasional.  Lalu, menciptakan lembaga yang efektif, transparan, dan akuntabel di semua level pemerintahan.

Sementara Prof. Dr. H. Detri Karya, S.E., M.A., lebih kepada penguatan ekonomi nasional. Berbagai inovasi dan kolaborasi dalam penguatan ekonomi perlu dilakukan, agar tingkat kemiskinan dapat diatasi dan pemerataan pembangunan dapat dicapai.

Pada sesi siang, puluhan artikel yang sudah disampaikan ke panitia, masing-masing dosen dan mahasiswa doktoral, mempresentasikan melalui zoom meeting sesuai dengan pembagian panel yang telah ditentukan.

Kategori
Uncategorized

Pascasarjana UIR Cetak Sejarah Lagi! 70 Peserta Ikuti Yudisium, Hadir Lulusan Doktor Hukum dan Mahasiswa Internasional dari Kamboja

Pekanbaru, 10 April 2026 – Program Pascasarjana Universitas Islam Riau (UIR) kembali menorehkan momentum akademik membanggakan melalui pelaksanaan Yudisium Pascasarjana yang berlangsung khidmat di Auditorium Pascasarjana UIR, Selasa (10/4/2026). Sebanyak 70 peserta dari berbagai program studi resmi mengikuti yudisium, termasuk satu lulusan dari Program Studi Doktor Hukum yang dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda pada hari berikutnya. Menariknya, kegiatan ini juga diwarnai kehadiran seorang mahasiswa internasional asal Kamboja yang turut menjadi bagian dari peserta yudisium tahun ini.

Acara yudisium dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga peserta yang memberikan dukungan penuh atas capaian akademik para lulusan. Suasana penuh kebanggaan dan haru mewarnai rangkaian kegiatan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan akademik para mahasiswa selama menempuh pendidikan di Program Pascasarjana UIR.

Direktur Program Pascasarjana UIR, Assoc. Dr. M. Musa, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas capaian para peserta yudisium yang telah menunjukkan dedikasi, integritas, dan semangat belajar tinggi hingga berhasil menyelesaikan studi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar capaian akademik, tetapi juga tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

“Yudisium hari ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian intelektual di tengah masyarakat. Kami berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai keilmuan, profesionalisme, serta integritas dalam setiap bidang pengabdian,” ujar M. Musa. Ia juga menambahkan bahwa Program Pascasarjana UIR terus berkomitmen menjaga mutu pendidikan, memperkuat riset, serta melahirkan lulusan yang berdaya saing global dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Kesan dan pesan alumni disampaikan oleh Taufan Nugroho, lulusan Program Doktor Hukum, yang mewakili peserta yudisium. Dalam penyampaiannya, ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh dosen dan pimpinan Pascasarjana UIR yang telah memberikan bimbingan akademik serta dukungan moral selama proses studi.

“Perjalanan magister dan doktoral bukanlah perjalanan yang mudah. Namun dengan bimbingan dosen yang luar biasa, suasana akademik yang kondusif, serta dukungan keluarga dan rekan sejawat, kami mampu melewati setiap proses dengan penuh keyakinan. Kami berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia akademik,” ungkapnya.

Sementara itu, sambutan Rektor UIR yang diwakili oleh Direktur Direktorat Pendidikan dan Pembelajaran UIR, Prof. Anas Puri, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para lulusan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan di tingkat pascasarjana. Ia menegaskan bahwa lulusan Pascasarjana UIR diharapkan mampu menjawab tantangan global dengan pendekatan ilmiah, inovatif, serta menjunjung tinggi etika dan nilai keislaman.

“Universitas Islam Riau terus berkomitmen mencetak lulusan unggul yang mampu beradaptasi dengan dinamika perubahan zaman. Kami percaya para lulusan hari ini akan menjadi pemimpin, akademisi, dan praktisi yang membawa dampak positif bagi kemajuan bangsa serta pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan yudisium ini, Saudari Nita Manik dari Program Studi Magister Manajemen dinobatkan sebagai pemuncak Program Pascasarjana UIR, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik dan dedikasi luar biasa selama masa studi.

Rangkaian yudisium ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol kebersamaan serta keberhasilan para lulusan dalam menuntaskan pendidikan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Program Pascasarjana Universitas Islam Riau dalam melahirkan sumber daya manusia unggul, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi pembangunan nasional maupun internasional. Dengan semangat keilmuan dan pengabdian, para lulusan diharapkan mampu membawa nama baik almamater serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat di masa depan.

Kategori
Uncategorized

210 Mahasiswa Baru Pascasarjana UIR Resmi Ikuti Matrikulasi, Siap Menuntut Ilmu di Kampus Unggul

Pekanbaru — Program Pascasarjana Universitas Islam Riau secara resmi membuka kegiatan Matrikulasi Mahasiswa Baru Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 yang diikuti oleh 210 mahasiswa baru jenjang magister, pada Jumat, 6 Februari 2026, bertempat di Auditorium Program Pascasarjana UIR. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru dalam mempersiapkan diri memasuki dunia akademik pascasarjana di kampus unggul dan berdaya saing.

Pembukaan matrikulasi dihadiri oleh Ketua I Bidang Pendidikan YLPI Riau, Dr. Hj. Dewi Fortuna Ayu Rawi, S.T.P., M.Si, jajaran pimpinan universitas dan program pascasarjana, para dosen, serta seluruh mahasiswa baru Program Pascasarjana UIR.

Dalam sambutannya, Dr. Hj. Dewi Fortuna Ayu Rawi, S.T.P., M.Si menyampaikan apresiasi atas tingginya animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang magister di Universitas Islam Riau. Ia menegaskan bahwa Program Pascasarjana UIR memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul, berkarakter, dan berintegritas.

“Mahasiswa pascasarjana adalah calon pemimpin, akademisi, dan profesional masa depan. Oleh karena itu, YLPI Riau terus mendorong penguatan mutu akademik, etika, dan nilai keislaman agar lulusan UIR mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Kegiatan matrikulasi secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Islam Riau, Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H., M.H.. Dalam sambutan sekaligus sosialisasi visi dan misi UIR, Rektor menegaskan komitmen universitas dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan keilmuan serta pengabdian kepada masyarakat.

“Universitas Islam Riau berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, karakter Islami, dan kepedulian sosial. Mahasiswa pascasarjana diharapkan mampu menjadi agen perubahan dan kontributor solusi bagi berbagai persoalan bangsa,” tegasnya di hadapan mahasiswa baru.

Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana UIR, Assoc. Prof. Dr. M Musa, S.H., M.H, dalam sambutan dan sosialisasi visi-misi Program Pascasarjana menyampaikan bahwa matrikulasi merupakan tahapan penting untuk menyamakan persepsi akademik, sistem pembelajaran, serta budaya riset di lingkungan pascasarjana.

“Melalui matrikulasi ini, mahasiswa dibekali pemahaman komprehensif mengenai sistem akademik, penjaminan mutu, serta arah pengembangan Program Pascasarjana UIR agar mampu menyelesaikan studi tepat waktu dan berkualitas,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan matrikulasi dilanjutkan dengan penyampaian materi akademik dan kemahasiswaan oleh Wakil Direktur I Program Pascasarjana UIR, Assoc. Prof. Dr. Rendi Prayuda, S.IP., M.Si., yang menekankan pentingnya kedisiplinan akademik, etika ilmiah, dan kesiapan mahasiswa dalam menjalani perkuliahan dan penelitian.

Selanjutnya, materi keislaman disampaikan oleh Direktur Dakwah Islamiyah UIR, Prof. Dr. H. Saproni, M.Ed, yang menegaskan bahwa nilai-nilai Islam menjadi landasan utama dalam membentuk karakter mahasiswa pascasarjana yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.

Materi mengenai sistem akademik Universitas Islam Riau disampaikan oleh Direktur Pendidikan dan Pembelajaran UIR, Prof. Dr. Anas Puri, S.T., M.T., yang memberikan penjelasan tentang kebijakan pembelajaran, standar evaluasi, serta penguatan mutu akademik di lingkungan UIR.

Selain itu, mahasiswa baru juga mendapatkan sosialisasi Sistem Informasi Akademik yang disampaikan oleh Kepala Badan SIMFOKOM UIR, Ause Labellapansa, S.T., M.Cs., M.Kom, sebagai panduan pemanfaatan layanan akademik berbasis digital selama masa studi.

Kegiatan matrikulasi ditutup dengan prosesi penyarungan jaket almamater kepada perwakilan mahasiswa baru, sekaligus penyerahan mahasiswa secara simbolis kepada Ketua Program Studi. Prosesi tersebut menandai secara resmi bergabungnya mahasiswa baru sebagai bagian dari sivitas akademika Program Pascasarjana Universitas Islam Riau.

Melalui kegiatan matrikulasi ini, Program Pascasarjana UIR berharap seluruh mahasiswa baru siap menempuh proses akademik dengan semangat belajar, integritas, dan komitmen tinggi, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan Universitas Islam Riau sebagai kampus unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Kategori
Uncategorized

PPs UIR dan Pengadilan Tinggi Riau Jajaki Kelas Kerjasama

PEKANBARU – Sebagai upaya konkret meningkatkan mutu pendidikan tinggi hukum di Provinsi Riau, PPs Universitas Islam Riau (UIR) dan Pengadilan Tinggi Riau Jajaki Kelas Kerjasama.

Sinergi ini ditandai dengan kegiatan Silaturahmi dan Diskusi Kerja Sama Pendidikan yang digelar pada Selasa (27/01/2026) di Kantor Pengadilan Tinggi Agama Riau. Fokus utama pertemuan ini adalah rencana pembukaan kelas kerja sama untuk Program Magister Ilmu Hukum (S2) dan Program Doktor Hukum (S3) bagi aparatur peradilan.

Komitmen Peningkatan Kualitas SDM Hukum

Kegiatan ini merupakan langkah strategis PPs UIR dalam memperluas jejaring kelembagaan. Tujuannya adalah memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya aparatur peradilan, melalui jalur pendidikan tinggi berkelanjutan.

Rombongan UIR dipimpin langsung oleh Rektor UIR, Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H., M.H., didampingi oleh Wakil Rektor III Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Deddy Purnomo Retno, S.T., M.T., GP.A-Utama.

Turut hadir dalam rombongan:

Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Ketua Pengadilan Tinggi Provinsi Riau, Dr. Hj. Diah Sulastri Dewi, S.H., M.H., bersama Wakil Ketua Dr. Agus Rusianto, S.H., M.H., serta jajaran Hakim Tinggi, Hakim Adhoc Tipikor, Panitera, dan pejabat struktural Pengadilan Tinggi Riau.

Kelas Kerjasama yang Fleksibel dan Adaptif

Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif, kedua belah pihak membahas teknis peluang pembukaan kelas khusus. Skema ini dirancang untuk memudahkan para hakim dan staf pengadilan melanjutkan studi tanpa mengabaikan tugas negara.

Wakil Direktur I Program Pascasarjana UIR, Assoc. Prof. Dr. Rendi Prayuda, S.IP., M.Si., menegaskan komitmen UIR dalam menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas namun tetap fleksibel.

“Skema kerja sama pendidikan yang ditawarkan PPs UIR dirancang fleksibel dan adaptif, guna mendukung peningkatan kapasitas akademik aparatur peradilan tanpa mengganggu tugas dan tanggung jawab kedinasan,” jelas Dr. Rendi Prayuda.

Ia menambahkan, “Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada aspek pendidikan formal, tetapi juga berkembang pada penelitian kolaboratif dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung.”

Sinergi Riset dan Pengabdian Masyarakat

Selain pendidikan gelar (degree), pertemuan ini juga menyepakati penguatan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi lainnya. Ini mencakup kolaborasi riset hukum dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada kebutuhan pencari keadilan.

Ketua Pengadilan Tinggi Riau, Dr. Hj. Diah Sulastri Dewi, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, sinergi dengan perguruan tinggi adalah kebutuhan vital untuk menjaga profesionalisme aparatur di tengah dinamika hukum yang terus berkembang.

Melalui pertemuan ini, PPs UIR dan Pengadilan Tinggi Riau sepakat untuk segera menindaklanjuti pembahasan ke dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang konkret dan berkelanjutan, demi terciptanya sistem peradilan yang berintegritas dan berkeadilan.

Kategori
Uncategorized

Program Doktor Hukum UIR Gelar Ujian Pra Proposal Disertasi demi Mutu Akademik

Pekanbaru – Program Doktor Hukum Universitas Islam Riau (UIR) melalui Program Pascasarjana kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu akademik pendidikan doktoral dengan menyelenggarakan Ujian Pra Proposal Disertasi bagi mahasiswa angkatan VI. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Pangeran, Sabtu (24/01/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan krusial dalam proses akademik menuju penyusunan disertasi.

Ujian pra proposal ini diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan VI serta melibatkan seluruh dosen homebase dan tim penguji Program Doktor Hukum UIR, sebagai bentuk pengawasan akademik yang komprehensif dan terintegrasi.

Kegiatan dibuka secara resmi melalui sambutan Direktur Program Pascasarjana UIR, Assoc. Dr. M. Musa, S.H., M.H. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa ujian pra proposal bukan sekadar tahapan administratif, melainkan momentum akademik untuk memastikan kualitas, relevansi, dan kontribusi ilmiah disertasi yang akan dihasilkan mahasiswa.

“Disertasi doktoral harus mampu menjawab persoalan hukum aktual dan memberikan kontribusi keilmuan yang nyata, baik secara teoritis maupun praktis,” tegasnya.

Selanjutnya, jalannya kegiatan dipandu oleh Moderator Dr. Surizki Febrianto, S.H., M.H. yang mengarahkan rangkaian acara secara sistematis dan profesional, sehingga proses ujian berlangsung kondusif dan objektif.

Mewakili mahasiswa, Abdul Heris Rusli menyampaikan sambutan yang mencerminkan kesiapan dan kesungguhan mahasiswa dalam memasuki tahapan penelitian disertasi. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan Program Pascasarjana dan para dosen penguji atas bimbingan akademik yang telah diberikan selama proses perkuliahan.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Ilham Muhammad Yasir, sebagai wujud harapan dan doa bersama agar seluruh proses ujian pra proposal berjalan lancar serta memberikan hasil terbaik bagi mahasiswa.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan ujian, tetapi juga dirangkaikan dengan pembekalan akademik melalui materi Teknis Penulisan Karya Ilmiah pada Jurnal Internasional Bereputasi. Materi tersebut disampaikan oleh Dr. Rendy Prayuda, S.IP., M.Si. bersama tim, yang memberikan pemahaman mendalam mengenai standar publikasi internasional, etika akademik, serta strategi meningkatkan kualitas artikel ilmiah.

Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya Program Doktor Hukum UIR dalam mendorong mahasiswa tidak hanya lulus tepat waktu, tetapi juga aktif berkontribusi dalam publikasi ilmiah bereputasi di tingkat internasional.

Melalui pelaksanaan ujian pra proposal disertasi ini, Program Doktor Hukum Universitas Islam Riau menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten mencetak doktor hukum yang unggul, berintegritas, dan responsif terhadap dinamika hukum serta kebutuhan masyarakat.

Kategori
Uncategorized

PPS UIR Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Pemkab Pasaman, Dorong Peningkatan Kapasitas ASN

Program Pascasarjana Universitas Islam Riau (PPS UIR) terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah melalui pengembangan kerja sama di bidang pendidikan. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam rangka peningkatan kapasitas akademik Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sinergi tersebut dibahas dalam kunjungan resmi pimpinan Universitas Islam Riau (UIR) ke Kabupaten Pasaman yang berlangsung di Balai Pertemuan Kantor Bupati Pasaman, Kamis (22/01/2025). Rektor UIR, Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H., M.H., hadir bersama jajaran pimpinan universitas dan disambut langsung oleh Bupati Pasaman, H. Welly Suhery, S.T.

Dalam sesi pemaparan, Wakil Direktur I PPS UIR, Assoc. Prof. Dr. Rendi Prayuda, S.IP., M.Si., menyampaikan berbagai peluang kerja sama pendidikan pascasarjana yang dapat diakses oleh aparatur Pemkab Pasaman. Skema tersebut meliputi jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), fast track, serta kelas khusus kerja sama yang dirancang fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan aparatur pemerintah daerah.

Ia menekankan bahwa jalur RPL menjadi solusi strategis bagi aparatur pemerintahan, khususnya wali nagari, untuk meningkatkan kapasitas akademik dan profesionalitas dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kerja sama ini, Program Pascasarjana UIR menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan tinggi yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan yang baik, serta keberlanjutan pembangunan berbasis keilmuan.

Kategori
Uncategorized

Magister Teknik Sipil Pascasarjana UIR Gelar Tes PMB Jemput Bola di Batam

Batam – Program Studi Magister Teknik Sipil, Program Pascasarjana Universitas Islam Riau (UIR), melaksanakan kegiatan tes Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dengan pola jemput bola di Kota Batam, Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi perluasan akses pendidikan tinggi serta upaya mendekatkan layanan akademik kepada calon mahasiswa di wilayah Kepulauan Riau.

Pelaksanaan tes PMB tersebut difasilitasi langsung oleh tim PMB Pascasarjana UIR yang terdiri dari Mastur selaku staf Magister Teknik Sipil Pascasarjana UIR, Agung Gema Abriansyah selaku Kepala Subbagian Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Komunikasi (PKE SIMFOKOM), serta Muhammad Afith Abdallah selaku staf Pusat Bahasa UIR. Kehadiran tim ini memastikan seluruh rangkaian seleksi berjalan sesuai dengan prosedur akademik dan standar mutu yang ditetapkan oleh universitas.

Kegiatan tes meliputi seleksi potensi akademik dan bahasa inggris (TOEFL) sebagai bagian dari tahapan penerimaan mahasiswa baru Program Magister Teknik Sipil Pascasarjana UIR. Melalui pelaksanaan tes di Batam, Pascasarjana UIR memberikan kemudahan bagi calon mahasiswa yang berasal dari luar Pekanbaru agar tetap dapat mengikuti proses seleksi tanpa harus datang langsung ke kampus pusat.

Program jemput bola ini disambut positif oleh para peserta, karena dinilai efektif, efisien, dan memberikan peluang lebih luas bagi para profesional maupun lulusan sarjana teknik sipil yang ingin melanjutkan studi ke jenjang magister.

Melalui kegiatan ini, Program Pascasarjana UIR menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang teknik sipil serta memperluas jangkauan layanan pendidikan tinggi yang unggul, inklusif, dan berdaya saing. Ke depan, Pascasarjana UIR diharapkan terus menghadirkan inovasi layanan akademik yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia pendidikan nasional.

Kategori
Uncategorized

UIR – Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru Jalin Kerja Sama Implementasi Catur Dharma

Pekanbaru – Universitas Islam Riau (UIR) melalui Program Pascasarjana (PPs) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru dalam rangka implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026, pukul 09.00 WIB, bertempat di Aula Kantor Pengadilan Tinggi Agama Kota Pekanbaru.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Program Pascasarjana UIR beserta Wakil Direktur, Sekretaris Program Studi Doktor (S3) Hukum, Sekretaris Program Studi Magister (S2) Hukum, serta Wakil Dekan I, II, dan III Fakultas Hukum Universitas Islam Riau. Sementara dari pihak Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru turut hadir jajaran pimpinan dan pejabat struktural.

Perjanjian kerja sama ini menjadi langkah strategis UIR dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga peradilan, khususnya dalam pengembangan dan pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta dakwah Islamiyah.

Dalam bidang pendidikan, kerja sama ini membuka peluang penerimaan kelas kerja sama bagi aparatur Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan Program Pascasarjana UIR. Pada aspek penelitian, kedua institusi sepakat untuk melaksanakan penelitian bersama yang relevan dengan pengembangan hukum, peradilan agama, dan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, pada bidang pengabdian kepada masyarakat, UIR dan Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru akan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan pengabdian yang bersifat edukatif dan solutif. Adapun dalam bidang dakwah Islamiyah, kerja sama ini diarahkan pada pelaksanaan kegiatan dakwah yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai keislaman, keadilan, dan kemaslahatan umat.

Melalui kerja sama ini, diharapkan tercipta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan profesional, sekaligus mempererat hubungan kelembagaan antara Universitas Islam Riau dan Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru. Sinergi ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penegakan hukum, serta pelayanan kepada masyarakat luas.

Kategori
Uncategorized

Hargai Pengalaman Kerja Jadi Gelar Akademik, Pascasarjana UIR Buka Pendaftaran Jalur RPL Semester Genap 2026

PEKANBARU – Pascasarjana Universitas Islam Riau (UIR) secara resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran mahasiswa baru melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Program ini menjadi peluang emas bagi para profesional, praktisi, hingga aparatur sipil negara yang ingin melanjutkan studi ke jenjang Magister (S2) dengan durasi kuliah yang lebih singkat.

RPL adalah program inovatif yang mengakui kompetensi seseorang yang diperoleh dari pendidikan non-formal, informal, maupun pengalaman kerja nyata untuk dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS). Dengan jalur ini, calon mahasiswa tidak perlu menempuh seluruh mata kuliah dari nol, sehingga masa studi menjadi lebih efektif dan efisien.

Solusi Bagi Profesional dan Praktisi Direktur Pascasarjana UIR menyampaikan bahwa program RPL ini merupakan komitmen universitas dalam mendukung peningkatan kualitas SDM di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau. “Kami memahami bahwa banyak praktisi di luar sana yang memiliki keahlian luar biasa namun terkendala waktu untuk kuliah reguler. Melalui RPL, pengalaman bertahun-tahun yang mereka miliki kami hargai secara akademik,” ujarnya.

Beberapa keunggulan yang ditawarkan melalui jalur RPL Pascasarjana UIR tahun 2026 ini antara lain:

  • Masa Studi Lebih Pendek: Karena adanya pengakuan SKS dari pengalaman kerja.

  • Biaya Lebih Hemat: Biaya kuliah disesuaikan dengan jumlah SKS yang harus diambil setelah dikonversi.

  • Kurikulum Relevan: Menghubungkan teori akademis dengan realitas praktis di lapangan.

Program Studi dan Persyaratan Pascasarjana UIR menawarkan berbagai pilihan Program Studi Magister yang telah terakreditasi unggul dan baik sekali, mulai dari bidang Hukum, Manajemen, Teknik, Pertanian, hingga Ilmu Pemerintahan.

Persyaratan utama bagi pelamar jalur RPL adalah memiliki pengalaman kerja yang relevan dengan program studi yang dituju minimal selama 2 tahun (untuk jenjang tertentu) serta melampirkan portofolio berupa sertifikat pelatihan, surat keterangan kerja, atau bukti prestasi lainnya.

Jadwal Pendaftaran Pendaftaran untuk Semester Genap 2026 telah dibuka mulai sekarang. Proses asesmen akan dilakukan oleh tim asesor profesional untuk menentukan jumlah SKS yang dapat diakui.

Bagi calon mahasiswa yang berminat dapat melakukan pendaftaran secara online melalui portal resmi pmb.uir.ac.id/login/pps atau datang langsung ke Gedung Pascasarjana UIR di Jalan Kaharuddin Nasution No. 113, Pekanbaru.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai prosedur dan biaya, silakan download pada link berikut. Download

Kategori
Uncategorized

Wakil Direktur I PPS UIR Sukses Gelar Bedah Buku Nasional di UMY, Karya Raih Anugerah Buku Terbaik Perpusnas RI 2023

Yogyakarta, 23 Desember 2025 – Atmosfer akademik yang semarak dan penuh antusiasme mewarnai kegiatan Bedah Buku Nasional yang diselenggarakan di Ruang Sidang Dekan Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (23/12). Kegiatan prestisius ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Rendi Prayuda, S.IP., M.Si, Wakil Direktur I Program Pascasarjana Universitas Islam Riau (PPS UIR), sebagai penulis dan narasumber utama dalam bedah buku berjudul “ASEAN dan Kejahatan Transnasional Narkotika: Problematika, Dinamika, dan Tantangan.”

Buku tersebut bukan karya biasa. Ia telah menorehkan prestasi nasional dengan meraih Anugerah Buku Terbaik Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Tahun 2023, menegaskan kualitas ilmiah, relevansi isu, serta kontribusinya dalam pengembangan kajian politik, keamanan regional, dan hubungan internasional di kawasan Asia Tenggara.

Kegiatan ini dihadiri oleh sivitas akademika UMY lintas program studi, antara lain Dr. Hasse Juba, MA selaku Ketua Program Studi Doktor Politik Islam Ilmu Politik dan Magister Hubungan Internasional UMY, Dr. Ali Maksum, MA sebagai moderator sekaligus Sekretaris Program Studi Doktor Politik Islam Ilmu Politik dan Magister Hubungan Internasional UMY, dosen Hubungan Internasional UMY, serta mahasiswa Program Doktor Politik Islam Ilmu Politik dan mahasiswa Magister Hubungan Internasional UMY.

Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Dr. Rendi Prayuda menekankan bahwa kejahatan narkotika lintas negara merupakan ancaman serius yang tidak dapat ditangani secara parsial oleh satu negara saja. ASEAN, menurutnya, membutuhkan pendekatan kolaboratif, kebijakan lintas sektor, serta penguatan kapasitas kelembagaan untuk menghadapi dinamika kejahatan transnasional yang semakin kompleks.

“Buku ini lahir dari kegelisahan akademik dan praktik kebijakan. Kejahatan narkotika bukan hanya soal hukum, tetapi juga menyentuh aspek politik, keamanan, sosial, dan kemanusiaan. ASEAN harus dilihat sebagai ruang strategis untuk membangun kerja sama yang lebih solid dan adaptif,” ujar Rendi Prayuda di hadapan peserta.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya budaya menulis dan riset di lingkungan perguruan tinggi. Hal tersebut sejalan dengan pesan akademik yang tertuang dalam bukunya:

“Proses pengembangan potensi diri diharapkan mampu dilakukan oleh sivitas akademika dalam penyusunan buku ajar sehingga isu-isu terbaru mampu diadopsi secara optimal dalam setiap proses transfer knowledge yang dilakukan di lingkungan formal dan informal fakultas.”

Ia juga mengutip pesan reflektif yang menjadi spirit penulisan buku tersebut:

“Ketika seorang penulis hanya menunggu, maka sebenarnya ia belum menjadi dirinya sendiri dan sedang berbohong pada mimpinya.”

Pesan ini mendapat respons positif dari para peserta yang menilai bahwa kegiatan bedah buku tidak hanya memperkaya wawasan keilmuan, tetapi juga memantik motivasi untuk aktif meneliti, menulis, dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Dalam sesi diskusi, berbagai pertanyaan kritis mengemuka, mulai dari efektivitas kebijakan regional ASEAN, tantangan koordinasi antarnegara, hingga peran akademisi dalam mendorong kebijakan berbasis riset. Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif, mencerminkan tingginya minat serta kepedulian sivitas akademika terhadap isu kejahatan transnasional narkotika.

Di akhir kegiatan, disampaikan pula apresiasi besar kepada penulis atas keberhasilannya menyelesaikan buku ajar berkualitas tinggi yang diharapkan mampu menumbuhkan motivasi dan membawa perubahan positif bagi atmosfer akademik, khususnya di Universitas Islam Riau secara umum dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik secara khusus.

“Tidak ada kata selain selamat, dan tidak pernah berhenti untuk berpikir serta belajar bagi kita semua,” menjadi penegasan penutup yang menggema dalam forum ilmiah tersebut.

Kegiatan bedah buku ini menegaskan komitmen PPS UIR dan UMY dalam memperkuat tradisi akademik, memperluas jejaring keilmuan, serta mendorong lahirnya karya-karya ilmiah bermutu yang relevan dengan tantangan global. Dengan semangat kolaborasi dan intelektualitas, dunia akademik diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam merespons persoalan strategis bangsa dan kawasan.(IN)