Kategori
Uncategorized

Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan Gencarkan Sosialisasi dan Promosi di Kota Dumai

Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) terus memperluas jangkauan pengenalan dan kontribusi akademiknya dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi dan promosi program studi di Kota Dumai. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Ruang Rapat Wan Dhalan Ibrahim, Kantor Wali Kota Dumai, dan dihadiri oleh jajaran pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Dumai.

Kegiatan sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan, Assoc. Prof. Dr. Khairul Rahman, M.Si., yang hadir bersama sejumlah dosen serta staf pengelola program studi. Kehadiran rombongan Program Studi MIP disambut hangat oleh Ketua DPRD Kota Dumai, Bapak Agus Miswandi, S.A.B., beserta para aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Dumai.

Dalam sambutannya, Assoc. Prof. Dr. Khairul Rahman, M.Si. menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan untuk berkontribusi langsung dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur pemerintahan daerah. Ia menyampaikan bahwa tantangan tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks menuntut aparatur yang memiliki kapasitas akademik, analisis kebijakan, serta kepemimpinan birokrasi yang kuat.

“Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan hadir untuk membekali aparatur pemerintahan dengan kemampuan analisis kebijakan publik, tata kelola pemerintahan yang baik, serta kepemimpinan yang berintegritas. Kami mengajak para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Dumai untuk bergabung dan melanjutkan studi di Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan sebagai bagian dari investasi pengembangan diri dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujar Kaprodi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Program Studi MIP didukung oleh dosen-dosen yang kompeten dan berpengalaman, kurikulum yang adaptif terhadap dinamika pemerintahan, serta pendekatan pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual dengan kebutuhan daerah. Dengan demikian, lulusan MIP diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pemerintahan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Sambutan positif juga disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Dumai, Bapak Agus Miswandi, S.A.B. Dalam tanggapannya, ia mengapresiasi langkah Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan yang secara aktif melakukan sosialisasi langsung ke daerah. Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur sipil negara melalui pendidikan lanjutan merupakan kebutuhan strategis dalam mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Kami menyambut baik kehadiran Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan di Kota Dumai. Pendidikan lanjutan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kompetensi aparatur, terutama dalam memahami kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik. Kami berharap para pegawai Pemkot Dumai dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas diri dan kinerja birokrasi,” ungkap Ketua DPRD.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta terlihat aktif berdiskusi dan menggali informasi terkait mekanisme perkuliahan, kurikulum, serta peluang pengembangan karier setelah menyelesaikan studi di Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan berharap dapat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Dumai dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur, sekaligus mendorong lahirnya birokrat-birokrat profesional yang memiliki wawasan akademik, etika pemerintahan, dan komitmen pelayanan publik. Ke depan, kerja sama yang terjalin diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah di Kota Dumai. (IN)

Kategori
Uncategorized

Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan Laksanakan Sosialisasi dan Promosi di Kantor Bupati Bengkalis

Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus promosi program studi di Kantor Bupati Kabupaten Bengkalis pada Rabu, 26 November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan secara lebih luas keberadaan, keunggulan, serta kontribusi akademik Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya aparatur pemerintahan daerah.

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan, Assoc. Prof. Dr. Khairul Rahman, M.Si., didampingi oleh sejumlah dosen serta staf pengelola program studi. Rombongan dari Program Studi MIP disambut dengan hangat oleh Bupati Kabupaten Bengkalis, Ibu Kasmarni, S.Sos., M.MP, bersama Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Bapak Septian Nugraha, S.IP., M.IP, serta para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan, Assoc. Prof. Dr. Khairul Rahman, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen program studi untuk menjalin sinergi yang berkelanjutan dengan pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi aparatur sipil negara melalui pendidikan lanjutan yang relevan dengan dinamika tata kelola pemerintahan modern.

“Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan hadir untuk memperkuat kapasitas aparatur pemerintahan dalam memahami dan mengelola kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, serta kepemimpinan birokrasi yang profesional dan berintegritas. Kami mengajak para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk melanjutkan studi pada Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan sebagai upaya pengembangan diri, peningkatan kompetensi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” ujar Kaprodi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Program Studi MIP dirancang dengan kurikulum yang adaptif, dosen yang kompeten dan berpengalaman, serta pendekatan pembelajaran yang aplikatif sehingga mampu menjawab tantangan pemerintahan di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Sambutan positif juga disampaikan oleh Bupati Kabupaten Bengkalis, Ibu Kasmarni, S.Sos., M.MP. Ia mengapresiasi inisiatif Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan dalam melakukan sosialisasi langsung ke instansi pemerintah daerah. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur merupakan salah satu kunci utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Hal senada disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Bapak Septian Nugraha, S.IP., M.IP, yang juga merupakan alumni Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan. Ia menyampaikan bahwa pendidikan di Program Studi MIP telah memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat kapasitas analisis kebijakan dan pemahaman tata kelola pemerintahan yang ia jalani saat ini. Ia pun mendorong para pegawai Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai investasi jangka panjang dalam pengembangan karier dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan sosialisasi ini berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keakraban, ditandai dengan antusiasme para pegawai yang hadir dalam menyimak pemaparan serta berdiskusi langsung mengenai peluang studi dan pengembangan kompetensi melalui Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat antara Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur, peningkatan kualitas kebijakan publik, serta penguatan tata kelola pemerintahan daerah yang berkelanjutan. (IN)

Kategori
Uncategorized

Program Studi Magister Teknik Sipil Raih Akreditasi Unggul

Program Studi Magister Teknik Sipil kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Akreditasi Unggul untuk masa berlaku lima tahun. Status akreditasi tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan LAM Teknik Nomor 0821/SK/LAM LAM TEKNIK/AM/XII/2025, yang diumumkan secara resmi pada Minggu, 21 Desember 2025, melalui laman resmi Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik).

Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Program Studi Magister Teknik Sipil dalam menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan standar nasional dan internasional bidang keteknikan. Akreditasi Unggul tersebut juga mencerminkan konsistensi program studi dalam penguatan tata kelola, kualitas sumber daya manusia, kurikulum berbasis capaian pembelajaran, serta relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional.

Direktur Program Pascasarjana menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas pencapaian tersebut. Assoc. Prof. Dr. M. Musa, S.H., M.H. menyatakan bahwa raihan Akreditasi Unggul merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.

“Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Program Studi Magister Teknik Sipil atas diraihnya Akreditasi Unggul selama lima tahun. Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen, dan sinergi seluruh unsur, mulai dari pimpinan program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga para alumni dan mitra. Akreditasi Unggul ini sekaligus menjadi bukti bahwa Program Pascasarjana terus berkomitmen menjaga mutu akademik dan tata kelola yang berkelanjutan,” ujar Direktur Pascasarjana.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh program studi di lingkungan Pascasarjana untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Teknik Sipil, Dr. Muchammad Zaenal Muttaqin, S.T., M.T., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses akreditasi.

“Akreditasi Unggul ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap kurikulum, sumber daya dosen, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta jejaring kerja sama. Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan universitas dan pascasarjana atas dukungan penuh yang diberikan, serta kepada seluruh tim akreditasi yang telah bekerja secara optimal,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa status Akreditasi Unggul akan menjadi landasan strategis bagi Program Studi Magister Teknik Sipil untuk terus berinovasi, memperkuat riset unggulan, meningkatkan kolaborasi dengan dunia industri dan pemerintah, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing tinggi.

Dengan diraihnya Akreditasi Unggul ini, Program Studi Magister Teknik Sipil semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu program studi unggulan di bidang keteknikan. Ke depan, capaian ini diharapkan tidak hanya memperkuat kepercayaan masyarakat, tetapi juga mendorong peningkatan kontribusi akademik dan profesional dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di tingkat regional maupun nasional. (IN)

Kategori
Uncategorized

Lagi, Mahasiswa Program Doktor Sains Manajemen UIR Lolos Ujian Usulan Penelitian Disertasi

PEKANBARU  – Program Doktor Sains Manajemen Pascasarjana Universitas Islam Riau (UIR) kembali meloloskan mahasiswanya dalam Ujian Usulan Penelitian Disertasi di Ruang Sidang Promosi Doktor, Program Pascasarjana UIR, Pekanbaru, Rabu (17/12/2025).

Promovenda Indrian Syafitri lolos setelah proposal penelitian disertasinya diuji oleh tim yang diketuai Prof. Dr. Annisa Mardatillah, S. Sos, M. Si, Ketua Program Studi Doktor Sains Manajemen UIR, dengan anggota Prof. Dr. H. Sufian Hamim, M. Si, Assoc. Prof. Dr. Drs. Rahyunir Rauf, M. Si, Prof. Dr. Zulkifli, MM, ME. Sy dan Prof. Dr. Nurman, S. Sos, M. Si yang juga bertindak sebagai promotor.

Indrian Syafitri mengkaji implementasi kebijakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan kordinasi antar institusi dalam meningkatkan efektivitas pelayanan kependudukan di Provinsi Riau. Fenomena menunjukkan kebijakan ini belum berjalan efisien dan efektif, termasuk kordinasi antar institusi yang menerapkannya.

Setelah mendengar pemaparan Indrian Syafitri — biasa dipanggil Iin — , para penguji memberikan masukan bahwa penelitian ini akan lebih bermakna jika ditekankan pada kolaborasi (bukan kordinasi) antar institusi dan implementasinya.

Sehingga judulnya lebih tepat ‘Model kolaboratif pelayanan administrasi dalam implementasi kebijakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Provinsi Riau”. Diharapkan hasil penelitian Iin nantinya akan menelorkan model kolaborasi itu sehingga bisa dijadikan novelty.

Indrian Syafitri, S.AP, M.Si, saat ini bekerja sebagai staf administrasi Program Magister Manajemen Agribisnis (MMA) di Pascasarjana UIR. Walaupun bukan dosen, tapi kemauannya untuk menyelesaikan S3 cukup kuat. Iin memang berharap setelah doktor bisa jadi dosen.

Sebelumnya, Program Doktor Sains Manajemen Pascasarjana UIR juga telah meloloskan proposal penelitian Wan Jumiati, mahasiswa angkatan pertama. Wan yang juga Camat Kepulauan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, meneliti implementasi kebijakan dana desa dari berbagai sumber terhadap pemberdayaan masyarakat miskin pedesaan di Kepulauan Meranti.

Dengan demikian, Program Doktor Sains Manajemen Pascasarjana UIR yang memiliki dua konsentrasi yakni Manajemen Kebijakan Publik dan Manajemen Kebijakan Bisnis, baru dua orang meloloskan proposal penelitian disertasinya. Masih tersisa tujuh orang lagi yang belum Ujian Usulan Penelitian Disertasi di Semester III ini. (IN)

Kategori
Uncategorized

Pascasarjana UIR Sukses Gelar Seminar Nasional Pembangunan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045

Pekanbaru – Program Pascasarjana Universitas Islam Riau (UIR) berhasil menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Kebijakan dan Strategi Pembangunan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045” pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Ruang Auditorium Program Pascasarjana UIR. Kegiatan ini diselenggarakan bersempena dengan Purnabakti Prof. Dr. Hj. Ellydar Chaidir, SH., M.Hum, salah satu akademisi senior dan tokoh hukum nasional yang telah memberikan kontribusi besar bagi pengembangan keilmuan dan institusi UIR.

Seminar nasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang kompeten di bidangnya, yakni Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud MD, SH., SU, MIP, Prof. Dr. Ahmad Nurmandi, M.Sc., Prof. Dr. H. Detri Karya, SE., MA., serta Prof. Dr. Husnul Kausarian, M.Sc. Kegiatan ini diikuti oleh sivitas akademika UIR, mulai dari mahasiswa S1, S2, hingga S3, dosen, peneliti, serta tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan lembaga negara.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Prof. Dr. Ni’matul Huda, SH., M.Hum, Kapolda Riau Irjen. Pol. Dr. Herry Heryawan, S.IK., M.H., M.Hum, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru Dr. H. M. Sutomo, SH., MH, serta Plt Gubernur Riau yang diwakili oleh Plt Kepala Bappeda Provinsi Riau Purnama Irawansyah, S.Hut., MM. Hadir pula Ketua Umum YLPI Riau H. Zulfikar Achmad, SH., MH, Rektor UIR, Majelis Guru Besar, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Seminar Nasional, Assoc. Prof. Dr. Heni Susanti, SH., MH, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan forum akademik strategis untuk mempertemukan pemikiran lintas disiplin dalam merespons tantangan pembangunan nasional ke depan.

“Seminar ini tidak hanya menjadi ruang diskusi ilmiah, tetapi juga wujud penghormatan dan apresiasi atas dedikasi Prof. Dr. Hj. Ellydar Chaidir yang telah memberikan pengabdian panjang bagi dunia akademik dan pengembangan hukum di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana UIR dalam sambutannya menegaskan bahwa seminar nasional ini mencerminkan komitmen Pascasarjana UIR dalam mendorong kajian strategis dan kontribusi akademik terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan.
“Indonesia Emas 2045 membutuhkan fondasi kebijakan yang kuat, tata kelola yang berkelanjutan, serta kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat. Pascasarjana UIR berkomitmen menjadi bagian penting dari proses tersebut,” ungkapnya.

Acara secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Islam Riau, Assoc. Prof. Dr. Admiral, SH., MH. Dalam sambutannya, Rektor UIR menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam melahirkan gagasan strategis dan solusi ilmiah untuk pembangunan bangsa.
“Seminar nasional ini merupakan kontribusi nyata UIR dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Melalui pemikiran para narasumber, kita berharap lahir rekomendasi kebijakan yang visioner, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Rektor sekaligus secara resmi membuka kegiatan seminar nasional tersebut.

Pada sesi seminar yang dimoderatori oleh Assoc. Prof. Dr. Khairul Rahman, S.Sos., M.Si, para narasumber menyampaikan pemikiran strategis dari berbagai perspektif. Prof. Mahfud MD mengulas kebijakan dan strategi pembangunan berkelanjutan dalam konteks reformasi dan re-reformasi, serta pentingnya penegakan hukum dan tata kelola negara. Prof. Ahmad Nurmandi menyoroti aspek sustainability dan policy learning, khususnya terkait kapasitas dan kemauan pemerintah untuk belajar dalam mencapai Indonesia Emas 2045. Prof. Detri Karya membahas strategi ekonomi nasional melalui optimalisasi bonus demografi dan transformasi ekonomi digital, sementara Prof. Husnul Kausarian mengangkat isu pemanfaatan sumber daya alam dan energi terbarukan sebagai pilar utama pembangunan berkelanjutan.

Rangkaian acara ditutup dengan Orasi Ilmiah serta penandatanganan buku karya kolektif yang ditulis oleh para kolega Prof. Dr. Hj. Ellydar Chaidir sebagai bentuk penghormatan dalam rangka purnabakti beliau. Momen tersebut berlangsung khidmat dan penuh apresiasi atas dedikasi akademik yang telah diberikan selama puluhan tahun.

Melalui seminar nasional ini, Pascasarjana UIR berharap dapat memperkuat peran akademisi dalam merumuskan gagasan dan rekomendasi strategis bagi pembangunan berkelanjutan, sekaligus mempererat sinergi antara dunia akademik dan pemangku kepentingan. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen UIR dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui kontribusi ilmu pengetahuan dan pemikiran kritis yang berkelanjutan.(IN)

Kategori
Uncategorized

MAHASISWA DOKTOR SAINS MANAJEMEN ANGKATAN I RESMI “PECAH TELOR”, WAN JUMIATI BERHASIL LAKSANAKAN SEMINAR USULAN DISERTASI DI PPS UIR

Wan Jumiati, SE, M.Si (tengah) bersama promotor, co promotor, penguji dan mahasiswa Program Doktor Sains Manajemen UIR Angkatan Pertama.

PEKANBARU – Program Doktor Sains Manajemen Pascasarjana Universitas Islam Riau (UIR) mulai ”pecah telor”. Untuk pertama kali, seorang mahasiswanya, Wan Jumiati, SE, M.Si, lolos Ujian Usulan Penelitian Disertasi yang dilaksanakan Rabu (10/12/2025), dengan nilai A.

Judul Usulan Penelitian Wan Jumiati adalah ”Pengaruh Implementasi Kebijakan Program Pembangunan Dari Berbagai Sumber Dana Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Miskin Pedesaan Kabupaten Kepulauan Meranti”.  Dengan Promotor Prof. Dr. H. Sufian Hamim, M Si. dan dan Co. Promotor Prof. Dr. Hamdi Agustin, MM.

Wan Jumiati yang juga Camat Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, itu diuji oleh Assoc. Prof. Dr. Annisa Mardatillah, S. Sos, M. Si, Prof. Dr. Dra. Sri Indrastusi, MM dan Assoc. Prof. Dr. Rendi Prayuda, S. IP, M. Si. Tim penguji diketuai oleh Assoc. Prof. Dr. Annisa Mardatillah yang juga Ketua Prodi Doktor Sains Manajemen UIR.

Menurut Wan, Kabupaten Kepulauan Meranti termasuk daerah terluar dan terdepan. Namun masyarakat miskinnya masih terlalu banyak. Bahkan, di ibukota kabupaten Selat Panjang atau Kecamatan Tebing Tinggi. Kecamatan lain Pulau Merbau dan Rangsang Pesisir.

”Tiga kecamatan ini termasuk termiskin di Meranti,” ujarnya.

Padahal, dana sudah cukup banyak dicurahkan untuk mengentaskan kemiskinan itu, khususnya di pedesaan. Misalnya, Dana Desa (DD) dari APBN, Alokasi Dana Desa (ADD) Provinsi dan Kabupaten. Juga ada sumber lain seperti dana sosial dan keagamaan, misalnya, CSR, BAZNAS dan organisasi buruh dunia (ILO).

Karena itu, Wan akan meneliti kenapa kemiskinan itu masih terjadi. Apa yang salah dari program pemerintah ini. Bagaimana implementasinya. Bagaimana pula pengaruh sumber dana lain tersebut. Seberapa jauh pengaruhnya terhadap pemberdayaan masyarakat desa?

Wan akan menjawab pertanyaan itu melalui penelitian secara kualitatif dan kuantitatif (mixed metode). Responden akan diambil dari tiga kecamatan yang termiskin.

”Jika populasi semua desa miskin di tiga kecamatan itu, maka itu sudah noveltynya (kebaruannya),” kata Prof. Hamdi Agustin.

Noveltynya juga bisa didapat dari sumber dana lain yang belum pernah diteliti sebelumnya. Namun Assoc. Prof. Annisa Mardatillah minta ada variabel antara karena akan diuji dengan SEM dan SEMPLS.

Assoc. Prof. Rendi Prayuda menyatakan pernah melakukan penelitian tentang kemiskinan di Kepulauan Meranti. Ada dua jurnal yang telah dihasilkannya dari penelitian di daerah perbatasan itu.

”Kesimpulan saya penyebab kemiskinan itu adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia,” ujarnya.

Promotor Wan Jumiati, Prof. Dr. Sufian Hamim lagi memikirkan apalah Sumber Daya Manusia itu bisa dijadikan variabel antara atau tidak? Atau ada variabel antara lain  yang lebih cocok?

Terlepas dari substansi penelitian, para penguji memberikan apresiasi kepada Wan Jumiati yang dengan keterbatasan waktu, jarak, dan usia, bisa mencapai ke titik ini. Wan merupakan mahasiswa pertama yang melalui Ujian Usulan Penelitian (Proposal).

”Kami berharap kawan-kawan mahasiswa yang lain dapat segera menyusul,” ujar Ketua Prodi Assoc. Prof. Annisa Mardatillah. (IN)

Kategori
Uncategorized

Penguatan Jejaring Nasional: Maksi UIR Hadir pada Seminar dan Raker APSSAI 2025 di Bandung

Program Studi S2 Akuntansi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia kembali berkumpul dalam agenda tahunan Seminar Nasional dan Rapat Kerja Asosiasi Program S2 Akuntansi Indonesia (APSSAI) yang diselenggarakan pada 5–6 Desember 2025 bertempat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (FEB UNPAD), Bandung. Kegiatan ini menghadirkan para pimpinan program studi dan pengurus asosiasi dari seluruh Indonesia, termasuk kehadiran Program Magister Akuntansi (Maksi) Universitas Islam Riau sebagai salah satu peserta aktif.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan Seminar Nasional APSSAI 2025 yang mengusung dua tema strategis. Seminar sesi pertama menghadirkan Prof. Dr. Safik Handoyo, M.Si., Ak., CA dengan topik “Tugas Akhir Mahasiswa Magister Berdampak”. Beliau menekankan urgensi penyusunan tugas akhir yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu dan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

Sesi kedua diisi oleh Dr. Lukman (Ketua LLDIKTI Wilayah IV) dan Prof. Dian Agustia (Ketua IAI Kompartemen Akuntan Pendidik – IAI KAPd) dengan tema “Merespon Kehadiran Universitas Asing di Indonesia: Peluang dan Tantangannya”. Para narasumber membahas arah kebijakan pendidikan tinggi, dinamika persaingan global, serta pentingnya peningkatan mutu dan kolaborasi internasional bagi program Magister Akuntansi di Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus APSSAI, 82 Ketua Program Studi S2 Akuntansi se-Indonesia, serta Pembina APSSAI Prof. Zaki Baridwan. Antusiasme dan diskusi yang berlangsung menunjukkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan akuntansi di tingkat magister.

Pada hari kedua, APSSAI menggelar Rapat Kerja Nasional 2025, yang berisi penyampaian laporan kegiatan APSSAI selama tahun 2025, diikuti dengan penyusunan rencana program kerja untuk tahun 2026. Fokus raker meliputi pengembangan kurikulum, penguatan jejaring akademik, peningkatan kompetensi dosen, serta strategi adaptasi terhadap perubahan ekosistem pendidikan tinggi.

Kegiatan ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi seluruh program Magister Akuntansi di Indonesia, khususnya bagi Maksi UIR dalam memperkuat mutu akademik, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendorong pengembangan program studi secara berkelanjutan.

Kegiatan hari pertama seminar Nasional

Kegiatan hari kedua Rapat Kerja APSSAI th 2025

Bersama Prof Zaki Baridwan dan Prof Abdul Halim

Kategori
Uncategorized

Program Pascasarjana UIR Gelar Bimtek RPL dan RPS OBE untuk Penguatan Mutu Akademik

[Pekanbaru] – Program Pascasarjana Universitas Islam Riau (UIR) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada 28–29 November 2025 di Gedung Pascasarjana UIR. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para Ketua Program Studi (Kaprodi), Sekretaris Program Studi, serta dosen di lingkungan Pascasarjana yang hadir secara penuh untuk memperkuat kompetensi akademik masing-masing program studi.

Pelaksanaan bimtek ini merupakan bagian dari komitmen Pascasarjana UIR dalam meningkatkan kualitas tata kelola akademik, memperkuat implementasi OBE, serta memperluas akses pendidikan melalui skema RPL yang relevan dengan standar nasional dan internasional. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam diskusi, keterlibatan dalam simulasi penyusunan dokumen, serta kesungguhan mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama dua hari penuh.

Bimtek menghadirkan tiga narasumber kompeten, yaitu Dr. Azmansyah, S.E., M.Econ., CRP, Ivan Taufiq, S.I.Kom., M.I.Kom, dan Adi Suryadi, B.Sc (HONS)., M.Sc, yang masing-masing memberikan materi terkait mekanisme RPL, penguatan dokumen akademik, serta penyusunan RPS berbasis capaian pembelajaran lulusan (CPL).

Pada hari pertama, Jumat (28/11/2025), kegiatan difokuskan pada Bimtek Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 1 Pascasarjana UIR. Narasumber memberikan penjelasan komprehensif mengenai prinsip, alur, standar dokumen, dan instrumen penilaian yang dibutuhkan dalam menyelenggarakan RPL untuk calon mahasiswa yang memiliki pengalaman kerja profesional.

Keesokan harinya, Sabtu (29/11/2025), kegiatan berlanjut dengan Bimtek Penyusunan RPS Berbasis OBE yang bertempat di Ruang Auditorium Pascasarjana UIR. Para peserta mendapatkan panduan teknis mulai dari perumusan CPL, penyusunan matriks pembelajaran, penyelarasan metode asesmen, hingga finalisasi RPS yang sesuai kebutuhan akreditasi nasional maupun internasional.

Direktur Program Pascasarjana UIR, Assoc. Prof. Dr. M. Musa, S.H., M.H, menyampaikan bahwa bimtek ini menjadi langkah strategis dalam mendukung visi UIR sebagai perguruan tinggi unggul berdaya saing global.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh program studi mampu menerapkan OBE secara konsisten dan memanfaatkan skema RPL untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang memiliki pengalaman kerja profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur I Bidang Akademik Pascasarjana UIR, Assoc. Prof. Dr. Rendi Prayuda, S.IP., M.Si, mengapresiasi tingginya partisipasi para kaprodi, sekretaris prodi, dan dosen dalam mengikuti bimtek ini.
“Antusiasme para pimpinan program studi dan dosen menunjukkan bahwa Pascasarjana UIR memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Bimtek ini bukan sekadar kegiatan formal, tetapi momentum penting untuk menyatukan pemahaman dan memperkuat implementasi kurikulum berbasis OBE di seluruh program studi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam menyiapkan program studi menuju akreditasi unggul.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pascasarjana UIR berharap mutu pembelajaran, proses akademik, serta kesiapan program studi dalam menghadapi akreditasi nasional maupun internasional semakin meningkat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan akademik yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan dunia pendidikan tinggi. (IN)

Kategori
Uncategorized

PRODI MAGISTER AGRONOMI PPS UIR RAIH AKREDITASI “BAIK SEKALI” DARI BAN-PT

Program Studi Magister Agronomi, Program Pascasarjana Universitas Islam Riau (PPS UIR), resmi meraih predikat Akreditasi Baik Sekali dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Jumat, 28 November 2025. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengembangan kualitas pendidikan tinggi di bidang agronomi di lingkungan PPS UIR maupun secara nasional.

Keputusan akreditasi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan BAN-PT yang diterima oleh pimpinan Program Pascasarjana UIR pada hari yang sama. Predikat Baik Sekali ini merupakan bentuk pengakuan terhadap komitmen dan dedikasi prodi dalam penyelenggaraan pendidikan berkualitas, pengembangan riset yang unggul, serta kontribusi nyata dalam bidang agronomi dan pembangunan pertanian berkelanjutan.

Direktur Program Pascasarjana UIR menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim Prodi Magister Agronomi yang telah bekerja keras mempersiapkan proses akreditasi, mulai dari penyusunan borang, pemenuhan dokumen, hingga asesmen lapangan oleh BAN-PT. Beliau menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara dosen, mahasiswa, alumni, tenaga kependidikan, serta dukungan penuh dari mitra dunia usaha dan dunia industri.

Kaprodi Magister Agronomi juga menyampaikan rasa syukur atas raihan tersebut. “Predikat Baik Sekali ini bukan hanya sebuah pencapaian administratif, tetapi wujud dari kualitas akademik yang terus kami bangun. Kami berkomitmen untuk memberikan pendidikan terbaik, meningkatkan riset-riset aplikatif, dan memperluas kerja sama strategis di sektor agribisnis dan pertanian berkelanjutan,” ujarnya.

Raihan akreditasi ini menunjukkan bahwa Prodi Magister Agronomi PPS UIR memiliki kapasitas yang kuat dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing. Program ini juga terus memperkuat kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), meningkatkan kualitas layanan akademik, dan memperkuat budaya mutu di seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan.

Dengan predikat Baik Sekali ini, PPS UIR berharap Program Studi Magister Agronomi semakin termotivasi untuk melakukan percepatan pengembangan kualitas, memperluas jaringan kolaborasi nasional dan internasional, serta terus meningkatkan kontribusi dalam inovasi pertanian modern. PPS UIR menargetkan prodi ini dapat meraih peringkat akreditasi yang lebih tinggi pada periode selanjutnya melalui peningkatan kualitas riset, publikasi ilmiah, dan implementasi pengabdian masyarakat berbasis keilmuan agronomi.

PPS UIR menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam mendukung kesuksesan ini. Dengan semangat kolaboratif dan komitmen terhadap mutu, pencapaian ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk mewujudkan Pascasarjana UIR yang unggul, berdaya saing, dan berkelas internasional.(adminppsrdh)

Kategori
Uncategorized

Kuliah Lapangan, MMA UIR Kunjungi Graha Pratama Fish Terbesar di Riau

Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Agribisnis (MMA) Angkatan XXII Program Pascasarjana Universitas Islam Riau (UIR) melakukan kuliah lapangan ke Graha Pratama Fish Kampung Patin, Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar. Lokasi ini merupakan salah satu sentra perikanan patin terbesar di Riau yang dikelola oleh Suhaimi, S.Pi., MMA, alumni MMA UIR yang kini menjadi pelaku usaha sukses di sektor agribisnis perikanan.

Kegiatan diikuti 22 mahasiswa dan didampingi oleh Ketua Program Studi MMA, Dr. Fahrial, SP., SE., ME. Dalam sambutannya, Dr. Fahrial menyampaikan apresiasi kepada Suhaimi yang telah bersedia menerima kunjungan dan berbagi pengalaman kepada para mahasiswa.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Suhaimi yang telah membuka akses bagi mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana agribisnis ikan patin dikelola. Melalui kunjungan ini, kami berharap mahasiswa memperoleh pemahaman nyata tentang dinamika operasional, tantangan, serta peluang usaha yang berkembang di sektor perikanan,” ujarnya.

Selama kunjungan, Suhaimi memaparkan perjalanan usaha Graha Pratama Fish dan memberikan sejumlah tips penting untuk membangun usaha berkelanjutan di sektor agribisnis. Menurutnya, kunci kesuksesan meliputi melihat success story, memiliki sistem individu yang kuat, memahami pasar, membangun kerja sama, serta menciptakan nilai tarik yang dapat membedakan usaha dari pesaing.

Sesi dialog berlangsung interaktif. Beberapa mahasiswa mengajukan pertanyaan, di antaranya Muklis yang menanyakan keberadaan sistem koperasi, Riski mengenai identifikasi komoditas ikan patin, serta Asmaidar yang mempertanyakan bentuk dukungan pemerintah.

Menjawab pertanyaan tersebut, Suhaimi menjelaskan bahwa hingga kini belum ada program pembinaan yang signifikan dari pemerintah, karena wilayah tersebut merupakan daerah transmigrasi yang tumbuh melalui kemandirian warga. Ia menyebut bahwa masyarakat memiliki semangat kuat untuk memperbaiki taraf hidup, sehingga banyak menerapkan ilmu yang diperoleh baik melalui pengalaman maupun pendidikan formal.

Suhaimi turut menerangkan bahwa karakteristik tanah liat di daerah tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang usaha. Masyarakat kemudian mengembangkan berbagai jenis usaha seperti pengolahan ikan asap dan produk turunan lainnya. Ia juga mendorong pembentukan komunitas Kampung Patin dengan konsep “Satu Rumah Satu Kolam”, yang kini menjadi ciri khas desa tersebut. Bahkan, permintaan ikan patin di pasaran disebut sangat tinggi hingga para pelaku usaha sering kewalahan memenuhi kebutuhan konsumen.

Kegiatan kuliah lapangan ditutup dengan dokumentasi bersama. Pihak Program Pascasarjana UIR menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa dalam memahami dunia agribisnis dari perspektif nyata di lapangan.