Pekanbaru – Program Pascasarjana Universitas Islam Riau (UIR) berhasil menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Kebijakan dan Strategi Pembangunan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045” pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di Ruang Auditorium Program Pascasarjana UIR. Kegiatan ini diselenggarakan bersempena dengan Purnabakti Prof. Dr. Hj. Ellydar Chaidir, SH., M.Hum, salah satu akademisi senior dan tokoh hukum nasional yang telah memberikan kontribusi besar bagi pengembangan keilmuan dan institusi UIR.
Seminar nasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang kompeten di bidangnya, yakni Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud MD, SH., SU, MIP, Prof. Dr. Ahmad Nurmandi, M.Sc., Prof. Dr. H. Detri Karya, SE., MA., serta Prof. Dr. Husnul Kausarian, M.Sc. Kegiatan ini diikuti oleh sivitas akademika UIR, mulai dari mahasiswa S1, S2, hingga S3, dosen, peneliti, serta tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan lembaga negara.


Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Prof. Dr. Ni’matul Huda, SH., M.Hum, Kapolda Riau Irjen. Pol. Dr. Herry Heryawan, S.IK., M.H., M.Hum, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru Dr. H. M. Sutomo, SH., MH, serta Plt Gubernur Riau yang diwakili oleh Plt Kepala Bappeda Provinsi Riau Purnama Irawansyah, S.Hut., MM. Hadir pula Ketua Umum YLPI Riau H. Zulfikar Achmad, SH., MH, Rektor UIR, Majelis Guru Besar, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Seminar Nasional, Assoc. Prof. Dr. Heni Susanti, SH., MH, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan forum akademik strategis untuk mempertemukan pemikiran lintas disiplin dalam merespons tantangan pembangunan nasional ke depan.
“Seminar ini tidak hanya menjadi ruang diskusi ilmiah, tetapi juga wujud penghormatan dan apresiasi atas dedikasi Prof. Dr. Hj. Ellydar Chaidir yang telah memberikan pengabdian panjang bagi dunia akademik dan pengembangan hukum di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana UIR dalam sambutannya menegaskan bahwa seminar nasional ini mencerminkan komitmen Pascasarjana UIR dalam mendorong kajian strategis dan kontribusi akademik terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan.
“Indonesia Emas 2045 membutuhkan fondasi kebijakan yang kuat, tata kelola yang berkelanjutan, serta kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat. Pascasarjana UIR berkomitmen menjadi bagian penting dari proses tersebut,” ungkapnya.
Acara secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Islam Riau, Assoc. Prof. Dr. Admiral, SH., MH. Dalam sambutannya, Rektor UIR menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam melahirkan gagasan strategis dan solusi ilmiah untuk pembangunan bangsa.
“Seminar nasional ini merupakan kontribusi nyata UIR dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Melalui pemikiran para narasumber, kita berharap lahir rekomendasi kebijakan yang visioner, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Rektor sekaligus secara resmi membuka kegiatan seminar nasional tersebut.
Pada sesi seminar yang dimoderatori oleh Assoc. Prof. Dr. Khairul Rahman, S.Sos., M.Si, para narasumber menyampaikan pemikiran strategis dari berbagai perspektif. Prof. Mahfud MD mengulas kebijakan dan strategi pembangunan berkelanjutan dalam konteks reformasi dan re-reformasi, serta pentingnya penegakan hukum dan tata kelola negara. Prof. Ahmad Nurmandi menyoroti aspek sustainability dan policy learning, khususnya terkait kapasitas dan kemauan pemerintah untuk belajar dalam mencapai Indonesia Emas 2045. Prof. Detri Karya membahas strategi ekonomi nasional melalui optimalisasi bonus demografi dan transformasi ekonomi digital, sementara Prof. Husnul Kausarian mengangkat isu pemanfaatan sumber daya alam dan energi terbarukan sebagai pilar utama pembangunan berkelanjutan.
Rangkaian acara ditutup dengan Orasi Ilmiah serta penandatanganan buku karya kolektif yang ditulis oleh para kolega Prof. Dr. Hj. Ellydar Chaidir sebagai bentuk penghormatan dalam rangka purnabakti beliau. Momen tersebut berlangsung khidmat dan penuh apresiasi atas dedikasi akademik yang telah diberikan selama puluhan tahun.

Melalui seminar nasional ini, Pascasarjana UIR berharap dapat memperkuat peran akademisi dalam merumuskan gagasan dan rekomendasi strategis bagi pembangunan berkelanjutan, sekaligus mempererat sinergi antara dunia akademik dan pemangku kepentingan. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen UIR dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui kontribusi ilmu pengetahuan dan pemikiran kritis yang berkelanjutan.(IN)





