Pekanbaru (16/4/2026)– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Doktor Sains Manajemen Program Pascasarjana Universitas Islam Riau (UIR). Dua mahasiswa berhasil meraih penghargaan Best Presenter dalam ajang internasional The 1st International Conference on Multidisciplinary Engagement (INCOME) 2026 yang mengusung tema “Advancing Sustainable Development Goals Through Multidisciplinary Innovation and Collaboration”.
Konferensi internasional tersebut diselenggarakan secara virtual pada 15 April 2026 dan diikuti oleh akademisi, peneliti, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam pertukaran gagasan ilmiah lintas disiplin untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Dua mahasiswa Program Doktor Sains Manajemen yang berhasil meraih predikat Best Presenter tersebut adalah Rahma Yulita dengan judul artikel “From Environmental Turbulence to Competitive Advantage: Integrating Dynamic Capabilities, Strategic Agility and Digital Transformation”, serta Donny Pranata dengan judul “Revisiting Porter’s Five Forces in the Digital Era: Insights from a Systematic Literature Review”.
Kedua karya ilmiah tersebut dinilai memiliki kontribusi akademik yang kuat, relevan dengan perkembangan manajemen strategis modern, serta mampu memberikan perspektif baru dalam menjawab tantangan transformasi digital dan daya saing organisasi di era global.

Ketua Program Studi Doktor Sains Manajemen, Prof. Dr. Annisa Mardatillah, S.Sos., M.Si., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi tinggi atas capaian yang diraih kedua mahasiswa tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Doktor Sains Manajemen UIR mampu bersaing di tingkat internasional.
“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh Rahma Yulita dan Donny Pranata. Penghargaan Best Presenter ini tidak hanya mengharumkan nama pribadi mahasiswa, tetapi juga membawa nama baik Program Studi Doktor Sains Manajemen serta Program Pascasarjana UIR di tingkat internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa capaian ini menjadi indikator positif dalam peningkatan mutu akademik program studi, sekaligus menambah deretan prestasi mahasiswa yang berdampak langsung terhadap penguatan kualitas dan daya saing Program Doktor Sains Manajemen.
“Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif dalam forum ilmiah, meningkatkan kualitas riset, serta berani tampil dan berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Program Studi Doktor Sains Manajemen sendiri terus berkomitmen menjadi pusat pengembangan keilmuan manajemen strategis dan kebijakan inovatif pada sektor publik dan bisnis yang berdaya saing global berbasis iman dan takwa. Prestasi mahasiswa dalam forum akademik internasional menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut.
Dengan keberhasilan ini, Program Pascasarjana UIR semakin optimistis dalam mencetak lulusan doktor yang unggul, produktif dalam penelitian, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan di tingkat global. Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bahwa kualitas akademik yang kuat akan selalu membuka jalan menuju pengakuan internasional.
Menurutnya, kunjungan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami lebih jauh sistem pemasaran agribisnis di Malaysia. Selain itu, membuka wawasan tentang bagaimana lembaga pemerintah berperan penting dalam memperkuat posisi sektor pertanian di kancah internasional.
Delegasi MMA PPs UIR dalam kunjungan tersebut terdiri dari Kaprodi Dr. Ir. Marliati, M.Si, perwakilan dosen Dr. Ir. Septina Elida, M.Si, staf administrasi MMA PPs UIR Indrian Syafitri, S.AP., M.Si, serta 16 orang mahasiswa Magister Manajemen Agribisnis.
Marliati berharap terjalin hubungan baik antara UIR dan FAMA, khususnya dalam bidang akademik, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.
Student mobility ini, katanya, sekaligus memperkuat komitmen UIR dalam memberikan pengalaman internasional bagi mahasiswa, sehingga lebih siap menghadapi tantangan agribisnis di tingkat global.


