MALANG – Program Studi Magister Ilmu Administrasi Pascasarjana Universitas Islam Riau (UIR) melaksanakan kunjungan kerja akademik melalui kegiatan visiting lecture di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Islam Malang (FIA UNISMA), Malang, Jawa Timur, pada Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan ini berfokus pada kajian collaborative governance dan digitalisasi tata kelola pemerintahan.
Tim Pascasarjana UIR yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri atas Assoc. Prof. Dr. Rendi Prayuda, M.Si.; Assoc. Prof. Dr. Dia Meirina Suri, M.Si.; Assoc. Prof. Dr. Evi Zubaidah, M.PA.; serta Dr. Raden Imam Al Hafis, M.AP. Kedatangan rombongan disambut oleh Wakil Dekan III FIA UNISMA, Dr. Suyeno, M.AP.
Kunjungan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan perspektif akademik mengenai perkembangan tata kelola pemerintahan. Fokus pada collaborative governance menempatkan kerja sama antaraktor sebagai pokok kajian, terutama dalam memahami hubungan antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan perguruan tinggi untuk merespons persoalan publik.
Sementara itu, kajian digitalisasi tata kelola pemerintahan berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses pemerintahan dan pelayanan publik. Kedua tema tersebut memiliki keterkaitan erat, mengingat transformasi digital membutuhkan koordinasi, keterlibatan berbagai pihak, serta kesiapan organisasi agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan visiting lecture, pertemuan antara Pascasarjana UIR dan FIA UNISMA memberikan kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus mempertemukan perspektif keilmuan dari kedua institusi. Interaksi akademik semacam ini dapat menjadi sarana untuk menghubungkan pengembangan teori administrasi dengan kebutuhan dan tantangan praktik tata kelola pemerintahan.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Pascasarjana UIR dan FIA UNISMA. Penandatanganan tersebut menandai penguatan hubungan kelembagaan sekaligus menjadi landasan untuk menindaklanjuti kerja sama akademik kedua pihak.

Kunjungan ini diharapkan membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan administrasi. Dengan mengangkat isu kolaborasi dan digitalisasi, kedua institusi memiliki ruang untuk mengembangkan kegiatan bersama yang relevan dengan perubahan kebutuhan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.





