Tim Peneliti Inovasi Pembelajaran Matematika Berbasis AI dan Kearifan Lokal

Pekanbaru, 2 Oktober 2026 — Magister Pendidikan Matematika Bersama Tim peneliti yang diketuai Assoc. Prof. Dr. Dedek Andrian, S.Pd., M.Pd. melakukan Focus Group Discussion (FGD) mengembangkan sebuah inovasi pembelajaran matematika melalui penelitian berjudul “Sistem Numerasi Adaptif Berbasis AI melalui Integrasi Large Language Models, Big Data Analytics, dan Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Matematika.”
Penelitian ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan inovasi pembelajaran yang mampu merespons kebutuhan peserta didik secara lebih personal, adaptif, kontekstual, dan berbasis teknologi kecerdasan buatan.
Penelitian ini memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026.
Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan tiga komponen utama, yaitu Large Language Models (LLM), Big Data Analytics, dan kearifan lokal. Integrasi tersebut dirancang untuk menghasilkan sistem numerasi yang mampu menganalisis karakteristik dan kebutuhan belajar siswa sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran matematika yang lebih sesuai dengan konteks kehidupan mereka.
Melalui pemanfaatan Large Language Models, sistem diarahkan untuk mendukung interaksi pembelajaran yang adaptif, termasuk memberikan penjelasan, pertanyaan, umpan balik, dan dukungan belajar sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Sementara itu, Big Data Analytics dimanfaatkan untuk mengolah dan menganalisis data pembelajaran sehingga perkembangan kemampuan numerasi siswa dapat dipetakan secara lebih komprehensif.
Keunikan penelitian ini terletak pada integrasi kearifan lokal Melayu ke dalam pembelajaran matematika. Konteks budaya dan kehidupan masyarakat lokal digunakan sebagai sumber permasalahan matematika sehingga konsep numerasi menjadi lebih dekat dengan pengalaman nyata siswa. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadikan pembelajaran matematika lebih bermakna sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan, teknologi, dan budaya lokal.
Sebagai bagian dari proses pengembangan dan validasi sistem, tim penelitian melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dan uji kelayakan dengan melibatkan para ahli dari berbagai bidang, antara lain pakar teknologi informasi, pakar Artificial Intelligence/LLM, pakar budaya, serta pakar pembelajaran matematika.

Keterlibatan para ahli tersebut bertujuan memperoleh masukan komprehensif terhadap aspek teknologi, kecerdasan buatan, budaya, pedagogi, serta kelayakan implementasi sistem.
Pengembangan sistem numerasi adaptif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap transformasi pembelajaran matematika di era digital. Sistem tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan numerasi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pembelajaran yang personalized, contextual, adaptive, dan culturally responsive.

Tim Peneliti:
Assoc. Prof. Dr. Dedek Andrian, S.Pd., M.Pd. — Ketua
Dr. Nofriyandi, S.Pd., M.Pd. — Anggota
Assoc. Prof. Reni Wahyuni, S.Pd., M.Pd. — Anggota
M. Rizki Fadhilah, S.T., M.Eng. — Anggota