PEKANBARU – Komitmen Universitas Islam Riau (UIR) memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi kembali ditunjukkan melalui seminar proposal mahasiswa internasional Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan Program Pascasarjana UIR, Joseph Abgast Mwahimba dan Tanzania, pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Mahasiswa angkatan 2024 tersebut mempresentasikan proposal berjudul “Analysis of Passport Issuance Service Quality at the Pekanbaru Class I TPI Immigration Office, Indonesia.” Penelitian ini mengangkat isu penting mengenai kualitas pelayanan penerbitan paspor sebagai bagian dari pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan.
Ketua Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan UIR, Dr. Khairul Rahman, S.Sos., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan seminar tersebut. Menurutnya, penelitian mahasiswa harus mampu mengangkat persoalan pemerintahan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Penelitian diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga mampu melihat persoalan nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan dan memberikan kontribusi terhadap pengembangan pelayanan publik,” ujar Dr. Khairul Rahman.
Ia menambahkan, kehadiran mahasiswa internasional juga memperkaya lingkungan akademik melalui pertukaran perspektif dan pengalaman dalam memahami praktik pemerintahan di Indonesia.
Dalam penyusunan proposal, Joseph dibimbing oleh Dr. Ranggi Ade Febrian, S.IP., M.Si. dan Dr. Rendi Prayuda, S.IP., M.Si., serta diuji oleh Dr. Rijalul Fikri, S.Sos., M.A. dan Dr. Sylvina Rusadi, S.Sos., M.Si.
Sementara itu, Joseph menyampaikan apresiasi atas bimbingan dan masukan yang diberikan para dosen. Menurutnya, seminar proposal menjadi pengalaman penting untuk memperkuat penelitian sebelum memasuki tahap berikutnya.
Sebagai mahasiswa internasional, ia berharap penelitian tersebut dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai kualitas pelayanan publik di Indonesia, khususnya pelayanan penerbitan paspor di Pekanbaru.

Pelaksanaan seminar proposal ini sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan UIR dalam membangun lingkungan akademik berwawasan global. Kehadiran mahasiswa internasional diharapkan tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga mendorong lahirnya penelitian yang relevan dengan persoalan pemerintahan dan kebutuhan masyarakat.
Selanjutnya, Joseph akan melakukan penyempurnaan proposal berdasarkan masukan tim pembimbing dan penguji sebelum melanjutkan ke tahapan penelitian. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya kajian pelayanan publik sekaligus memberikan kontribusi akademik bagi peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan.





